Podcast Interaktif “Communicaster” di 2024

Yogyakarta, 21 Januari 2025 – Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) HIMAKOM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi meluncurkan kanal podcast interaktif bertajuk Communicaster pada awal tahun 2024. Podcast ini hadir sebagai ruang diskusi kreatif dan edukatif yang membahas isu-isu terkini dalam komunikasi, media, dan kehidupan mahasiswa, sekaligus menjadi wadah pengembangan wawasan anggota Litbang.

Podcast ini dibuat dengan tujuan utama menjadi media literasi dan dialog terbuka, Communicaster bertujuan untuk Podcast Communicaster hadir sebagai media literasi yang berfokus pada isu-isu terkini di dunia komunikasi, media, dan kehidupan mahasiswa. Dengan konsep yang ringan namun berbobot, podcast ini dirancang untuk memberikan wawasan baru sekaligus menjadi ruang diskusi kreatif yang relevan bagi mahasiswa. Communicaster tidak hanya bertujuan menyajikan informasi, tetapi juga menginspirasi pendengar melalui berbagai topik yang dikemas secara menarik dan interaktif.

Selain menjadi media edukasi, Communicaster dirancang untuk memberikan pengalaman praktis bagi anggota Litbang HIMAKOM dalam mengelola dan menyampaikan sebuah program diskusi. Setiap anggota diberi kesempatan untuk menjadi host secara bergiliran, yang memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan komunikasi publik secara langsung. Dengan terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan, anggota Litbang dapat belajar mengelola konten, memahami audiens, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan publik.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi visi Divisi Litbang dalam mencetak mahasiswa komunikasi yang lebih kompeten. Melalui Communicaster, anggota HIMAKOM tidak hanya belajar menyampaikan informasi, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan beradaptasi dengan dinamika audiens. Hal ini diharapkan dapat membekali mereka dengan pengalaman yang relevan untuk dunia kerja dan komunikasi profesional.

Lebih jauh lagi, Communicaster diharapkan mampu menjadi jembatan antara HIMAKOM dan masyarakat luas. Dengan topik-topik yang dekat dengan kehidupan mahasiswa serta diskusi bersama praktisi atau narasumber inspiratif, podcast ini berpotensi menjangkau pendengar yang lebih luas. Kehadiran podcast ini juga menjadi salah satu upaya HIMAKOM untuk memperkuat branding organisasi dan menunjukkan eksistensinya di dunia komunikasi kampus.

Dengan visi yang besar, Communicaster diharapkan dapat terus berkembang menjadi platform edukasi dan inspirasi yang berdampak positif. Tidak hanya untuk HIMAKOM, tetapi juga untuk mahasiswa komunikasi di luar UNY. Melalui dialog yang interaktif dan penuh makna, Communicaster diimpikan menjadi ruang di mana ide, cerita, dan inspirasi dapat bertemu dan memberikan manfaat bagi setiap pendengarnya.

Podcast ini terbagi ke dalam berbagai segmen menarik, podcast ini akan berisi konten audio informatif menggunakan platform Spotify, yang berupa monolog dan dialog. dengan mengutamakan kejelasan informasi yang disampaikan melalui platform Podcast Himakom UNY. Terdapat 4 segmen podcast, terdiri dari:

  • Ruang Sambat Galau Brutal : Memuat substansi konten berupa menfess atau curahan keresahan mahasiswa ilmu komunikasi tentang kisah mereka. memberikan masukan dan tanggapan dalam segmen tersebut.
  • Tenggelam Dalam Teori : Membahas kasus atau fenomena komunikasi yang sedang ramai dibicarakan/trending dalam satu waktu, memberi tanggapan dan pandangan dari perspektif  ilmu komunikasi dengan kajian kritis yang ilmiah.
  • Communication Story Time : versi audio cerita fiksi yang dipilih berdasarkan submisi karya sastra cerita pendek mahasiswa ilmu komunikasi
  • Tenggelam Dalam Himakom : Membahas atau berbincang cerita dan pengalaman dari masing masing kepala divisi himakom tahun periode 2024.

Salah satu keunikan dari podcast Communicaster adalah keterlibatan aktif anggota Litbang HIMAKOM sebagai host di setiap episodenya. Setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk memandu acara secara bergiliran, memberikan pengalaman langsung dalam berkomunikasi dengan audiens. Rotasi host ini dirancang agar setiap anggota memiliki peran yang sama dalam menyuarakan ide dan menyampaikan informasi yang relevan kepada pendengar.

Menjadi host Communicaster bukan sekadar berbicara di depan mikrofon, tetapi juga melibatkan proses kreatif yang mendalam. Anggota Litbang bertanggung jawab untuk memikirkan variasi konsep episode dari garis besar konsep yang telah disediakan. Hal ini memberikan mereka pengalaman lengkap dalam mengelola program diskusi, mulai dari tahap persiapan hingga penyampaian.

Melalui peran sebagai host, anggota Litbang juga mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi publik dan membangun kepercayaan diri. Dengan menghadapi beragam audiens dan topik, mereka dapat belajar beradaptasi dengan dinamika diskusi, menyampaikan gagasan secara jelas, dan menciptakan suasana dialog yang interaktif. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kemampuan personal, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk dunia komunikasi yang profesional.

Segmen Favorit Pendengar, Segmen Rusa Garut #1 menjadi favorit pendengar dengan konsep yang unik dan interaktif. Dalam segmen ini, host membacakan menfess atau cerita anonim yang dikirimkan oleh teman-teman pendengar. Cerita-cerita tersebut sering kali berisi pengalaman pribadi, keluhan, atau pertanyaan terkait komunikasi, hubungan, dan kehidupan mahasiswa. Host kemudian memberikan tanggapan secara santai namun tetap relevan, menciptakan suasana diskusi yang menghibur sekaligus bermakna.

Melanjutkan kesuksesan segmen sebelumnya, Rusa Garut #2 tetap mempertahankan konsep pembacaan menfess, namun dengan variasi topik yang lebih beragam. Tidak hanya soal komunikasi, menfess di episode ini juga menyentuh tema-tema ringan seperti kehidupan organisasi hingga dinamika pertemanan. Tanggapan dari host yang jujur, lucu, dan terkadang menyentuh hati menjadi daya tarik utama, membuat pendengar merasa terhubung dan dihargai.

Melengkapi daftar segmen favorit, Communication Story Time menghadirkan cerita-cerita fiksi yang dikirimkan oleh teman-teman mahasiswa Ilmu Komunikasi. Cerita-cerita ini dikurasi dengan baik dan dibacakan oleh host dengan gaya narasi yang menarik, membuat pendengar seolah-olah masuk ke dalam dunia yang diciptakan oleh pengirim cerita. Dari kisah romansa hingga cerita bertema komunikasi di era digital, segmen ini menyajikan variasi yang selalu dinanti oleh para pendengar.

Keunikan segmen ini terletak pada bagian narasi yang memikat dan pengemasan yang kreatif, pendengar tidak hanya merasa terhibur tetapi juga mendapatkan inspirasi dari cerita-cerita yang dibagikan. Host juga kerap menambahkan komentar atau refleksi singkat di akhir cerita, yang menambah nilai interaktif segmen ini.

Communication Story Time berhasil menciptakan ruang bagi pendengar untuk berbagi kreativitas sekaligus menjadikannya sebagai sarana eksplorasi dunia fiksi dalam perspektif komunikasi. Hal ini menjadikan segmen ini salah satu yang paling ditunggu-tunggu di Communicaster, menciptakan pengalaman mendengarkan yang menyenangkan dan bermakna bagi audiens

Total Pendengar. Berdasarkan data analitik Spotify untuk podcast Communicaster, total pemutaran sepanjang waktu mencapai 250 kali, dengan rata-rata 9 pemutaran per episode. Hal ini menunjukkan adanya antusiasme pendengar yang konsisten terhadap konten yang disajikan. Dalam 30 hari terakhir, podcast ini juga mencatat 964 impresi, yang menunjukkan tingkat eksposur yang cukup baik di platform Spotify.

Namun, dalam 7 hari terakhir, jumlah audiens aktif tercatat hanya satu, sementara pengikut di Spotify mencapai 18 orang. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat basis pengikut, upaya lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan dan memastikan audiens tetap terhubung dengan konten baru yang dirilis. Data ini menjadi acuan untuk mengembangkan strategi promosi agar podcast dapat menjangkau lebih banyak pendengar secara konsisten.

Harapan untuk Podcast Communicaster, Sebagai pemegang program kerja ini, saya berharap Communicaster dapat terus berkembang menjadi ruang edukasi dan diskusi yang bermanfaat, baik bagi anggota HIMAKOM maupun pendengar umum. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan podcast mampu menciptakan dampak positif, memperkuat branding HIMAKOM UNY, serta melahirkan mahasiswa komunikasi yang lebih percaya diri dan kompeten dalam menyuarakan ide. Dengan antusiasme yang besar dari anggota Litbang dan pendengar. Untuk podcast Communicaster ke depannya adalah bisa menambahkan elemen visual sebagai daya tarik baru. Elemen ini dapat berupa video pendek dari rekaman podcast yang diunggah ke media sosial seperti Instagram, TikTok, atau YouTube. Video tersebut bisa menampilkan momen-momen menarik dari setiap episode, ekspresi host saat berdiskusi, atau highlight dari tanggapan menarik terhadap cerita yang dikirimkan pendengar. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan audiens, terutama generasi muda yang lebih menyukai konten visual.

Selain itu, visual pendukung seperti infografik, kutipan menarik, atau gambar ilustrasi dari topik yang dibahas juga dapat digunakan sebagai konten promosi. Infografik yang menyajikan inti pembahasan dalam format yang mudah dipahami dapat menarik perhatian audiens baru, sementara kutipan dari cerita atau tanggapan host dapat menjadi daya tarik emosional bagi para pendengar. Dengan kombinasi ini, Communicaster dapat hadir lebih kuat di platform digital dan membangun koneksi yang lebih erat dengan audiens.

Pengembangan elemen visual ini juga akan memperkuat branding podcast sebagai program yang profesional dan relevan dengan tren saat ini. Dengan memanfaatkan media sosial secara maksimal, Communicaster berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan loyalitas dari pengikut yang sudah ada. Diharapkan, perpaduan antara konten audio dan visual ini dapat membuat Communicaster semakin dikenal sebagai media literasi yang edukatif, kreatif, dan inovatif.

Penulis : Raihan Abdurrahman Nafis


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *