
Kegiatan literasi media merupakan program kerja yang dilaksanakan oleh divisi penelitian dan pengembangan (Litbang) yang dibersamai dengan berjalannya program kerja Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh divisi Advokasi dan Pelayanan Publik (APP). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama 4 hari 3 malam di Dusun Tegalrejo, Gunungkidul, Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, kegiatan literasi media terbentuk sebagai sebuah divisi, yaitu divisi pendidikan. Dalam divisi pendidikan itu sendiri juga memuat beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi dengan sistem sosialisasi dan juga lomba. Divisi pendidikan ini memiliki fokus untuk mengedukasi khususnya anak – anak usia pelajar dalam rentang usia Sekolah Dasar – Sekolah Menengah Atas. Pada kegiatannya, pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pihak dari panti asuhan yang ada di Tegalrejo untuk menjadi sasaran kegiatan dari kegiatan pertama divisi pendidikan. Divisi pendidikan memiliki 2 kegiatan utama yang dilakukan di hari tersebut. Kegiatan sosialisasi dan jurnaling serta di hari berikutnya terdapat lomba – lomba yang berhadiah yang dilaksanakan bersamaan dengan anak – anak sekitar Dusun Tegalrejo.
Pada kegiatan di hari pertama yaitu di tanggal 30 Mei 2024, yang bertempatkan di masjid, divisi pendidikan mengadakan sosialisasi beasiswa dan pengisian jurnal kesehatan mental.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam mulai pukul 13.30 – 15.30 WIB, dalam acara terdapat sekitar 16 anak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sesi pertama diisi dengan adanya sosialisasi oleh panitia yang berkaitan dengan informasi terkait perkuliahan kemudian dilanjut dengan cara mendaftarkan diri menggunakan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K) bagi anak – anak usia pelajar agar mengetahui cara untuk meringankan pendidikan mereka di jenjang perkuliahan. Setelah sesi sosialisasi selesai, maka sesi akan dilanjut oleh panitia yang sudah mempersiapkan kertas yang berisikan beberapa pertanyaan yang mencakup isi terkait kesehatan mental. Mulai dari perasaaan, kemudian cita – cita, keluh kesah, hal yang disenangi atau sebaliknya, dan juga kertas tambahan yang mengusung konsep “ruang rahasia” untuk mereka menumpahkan perasaan, atau tempat berbagi cerita, dan juga menggambar apapun yang terbesit di pikiran mereka.


Setelah selesai mengisi jurnal yang diberikan panitia, para anak – anak kemudian dapat melakukan sesi FGD bersama dengan panitia untuk sekedar bercerita atau berbagi pengalaman terkait perkuliahan di sela – sela menunggu selesainya acara. Akhir dari sesi
sosialisasi dan juga pengarahan pengisian jurnal ditutup dengan adanya perpisahan dengan panitia, foto, dan berbagi bingkisan dengan anak – anak.


Kegiatan kedua yang dilakukan oleh divisi pendidikan adalah lomba. Dalam pelaksanaan lombanya, terdapat 3 babak dengan 3 jenis lomba yang disediakan. Kegiatan ini dilakukan di hari Minggu, 1 Juni 2024, yang dimulai pada pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Pada kegiatan lomba ini diikuti oleh anak – anak yang rentang usianya di sekitar TK hingga SD. Berbeda dengan sebelumnya, jumlah partisipan dari kegiatan ini cukup bisa dibilang mengalami peningkatan sebesar 2x lipat daripada acara pendidikan sebelumnya yakni sosialisasi dan pengisian jurnal kesehatan mental. Pada kegiatan lomba ini banyak diikuti oleh anak – anak usia TK daripada usia SD, namun lomba kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan usia anak
– anak. Pada lomba pertama diadakan dengan tujuan memisah tim yaitu lomba teka – teki dengan membagi kelompok sesuai dengan tebakan kelompok, kemudian tim pun akan terbagi menjadi 2. Setelah membagi kepada 2 – 3 kelompok, masing – masing kelompok akan bersaing dengan melakukan lomba estafet karet. Sistem dari estafet karet yaitu dapat mengumpulkan karet secara estafet dengan media sedotan yang diambil melalui mulut. Karet yang disediakan panitia diletakkan di sebuah nampan yang ditutupi dengan tepung terigu, dengan waktu 1 menit, masing – masing kelompok akan bersaing untuk mengumpulkan karet terbanyak, dan otomatis hal ini akan tercatat sebagai sebuah poin. Setelah mendapatkan poin mulai dari yang terendah dan tertinggi, masih dengan 3 kelompok akan menuju ke babak selanjutnya, yaitu estafet air.
Pada lomba estafet air memiliki sistem sama dengan estafet karet yang mengusung konsep menggunakan batas waktu dalam pengumpulan banyak air. Penggunaan media – media yang cukup sulit seperti sedotan, tangan, dan sendok merupakan ide panitia yang sengaja dilakukan guna memberikan tantangan bagi lomba ini. Sama seperti estafet karet, namun waktu yang dibatasi adalah 3 menit bagi peserta mengumpulkan air yang kemudian dikumpulkan di botol kaca untuk mengukur perbandingan jumlah air. Dalam lomba estafet air dibagi menjadi 2 babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Untuk babak penyisihan dilakukan guna mendiskualifikasi kelompok yang paling sedikit mengumpulkan air, dan kemudian dilanjut dengan babak final yang dilombakan oleh 2 tim. Pada babak final, didapat kelompok 1 dan 3 yang bertanding untuk mengumpulkan air terbanyak. Peserta estafet masing – masing berlari dengan senjata – senjata yang diberikan panitia, dan kemudian setelah 3 menit, didapat bahwa pemenang dari lomba ini adalah kelompok 1. Kemudian setelah itu, anak – anak dikumpulkan untuk menerima bingkisan serta pengumuman skor dan pemenang. Bagi kelompok yang tidak menang, tetap diberikan bingkisan berupa minuman, dan juga hadiah bagi setiap kategori – kategori unik dari tipe pemain yang sudah dibungkus kertas kado. Dan begitu akhir dari kegiatan literasi media khususnya di divisi pendidikan, kegiatan lomba dengan anak – anak ini juga merupakan penutup dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh divisi APP. Setelah foto dan berpamitan dengan para warga Dusun Tegalrejo, kemudian para panitia kembali pulang untuk melanjutkan kegiatan masing – masing.
Penulis : Hasna Kamiila Prasetyo
Leave a Reply