“Meme: Sebagai Bahasa Internet atau Wacana Humor yang Serius”


Sabtu, 17 September 2022

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) FIS UNY telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) secara online melalui Zoom Meeting. Topik diskusi yang diangkat adalah komunikasi dalam ranah media dan politik dengan judul “Meme: Sebagai Bahasa Internet atau Wacana Humor yang Serius”. Pembicara pada kegiatan ini adalah Fikri Disyacitta, M.A., selaku Dosen Komunikasi Politik Ilmu Komunikasi UNY dan Dr. Iqbal Arpannudin, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum. Acara tersebut dimoderatori oleh Indah Cahya Mentari, mahasiswi Ilmu Komunikasi UNY 2021.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) merupakan salah satu program kerja Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Himakom. Tujuan dari FGD yaitu untuk meningkatkan daya nalar dan kepekaan terhadap fenomena sekitar yang berkaitan dengan topik keilmuan komunikasi. Acara tersebut dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Diawali dengan sambutan oleh pembina Himakom yaitu Gilang Jiwana Adikara, S.I.Kom., M.A., kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh kedua pembicara, dengan urutan pembicara pertama, yaitu Dr. Iqbal Arpannudin, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan pembicara kedua, yaitu Fikri Disyacitta, M.A. Pemaparan materi dimulai dari penjelasan meme dalam sudut pandang hukum hingga sudut pandang media dan ranah yang lebih luas lagi.

Kegiatan FGD #2 diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan terbuka untuk umum. Acara tersebut dihadiri oleh 41 peserta dari 75 pendaftar. Antusiasme FGD #2 terlihat dari keaktifan dan sikap responsif peserta dalam sesi interaktif atau diskusi. Peserta cukup kritis dalam menyampaikan pertanyaan serta gagasan yang sesuai dengan topik yang dibahas, seperti bagaimana peserta mampu mengaitkan topik dengan kasus atau pengalaman yang relate dalam kehidupan.

Topik atau isu yang hangat menjadi daya tarik peserta dalam mengikuti FGD #2. Jadi, selain mendapatkan ilmu atau insight dari pembicara, peserta juga mendapatkan kepuasan dari topik yang relate dengan pengalaman sehari-hari. Selanjutnya, diharapkan FGD bisa menjadi acara yang menarik dan selalu ditunggu-tunggu mahasiswa Ilmu Komunikasi maupun masyarakat umum untuk kedepannya.

Penulis: Meutia Kamila

Editor: Odilia Diana Dyah Ayu Pitaloka

Categories: Artikel