Metaverse: Babak Baru Dunia Komunikasi di Era Digital

         “Jadilah Bagian dari Revolusi Komunikasi Manusia

Dunia teknologi kembali dengan gencar menciptakan sebuah inovasi teknologi canggih, yakni inovasi teknologi ruang virtual yang disebut dengan “Metaverse”. Kehadiran Metaverse hingga kini tengah membuat penasaran banyak orang. Hal itu dikarenakan kemampuan metaverse yang diinformasikan dapat memberikan berbagau aktivitas virtual dengan pengalaman seperti yang dirasakan pada di dunia nyata, yaitu melalui metaverse seseorang menjadi bisa untuk melakukan pekerjaan, bersosialisasi hingga mengunjungi berbagai tempat tanpa harus berpergian secara fisik.

Memaknai istilah Metaverse, kata Metaverse merupakan gabungan dari dua unsur kata “meta” (melampaui) dan kata “universe” (semesta) yakni secara sederhana metaverse dapat dipahami sebagai hubungan yang bersifat melampaui batasan. Sedangkan, secara lebih mendalam, metaverse dapat dimaknai sebagai dunia konstruksi virtual imersif yang dihuni oleh avatar virtual sebagai representasi dari pengguna di dunia metaverse yang dapat berinteraksi dengan orang lain secara real-time dan merasakan pengalaman layaknya di dunia nyata atau bahkan lebih dari itu (Ramadhan, 2021). 

Semakin berkembangnya teknologi metaverse, hal tersebut akan berdampak pula dengan perkembangan penerapan bidang ilmu komunikasi dalam aktivitas komunikasi yang juga akan menngalami perubahan atau penyesuaian, yakni diantaranya yang sudah dapat kita amati saat ini adalah adanya beberapa tren komunikasi lewat pemanfaatan teknologi canggih yang telah ada dan terus berkembang seiring dengan keberadaan dan teknologi metaverse tersebut, beberapa teknologi tersebut diantaranya meliputi :

  1. Augmented Reality

          Keberadaan virtual progamming mampu menunjang aktivitas komunikasi dan proses interaksi “tidak langsung” yang  lebih mendalam dengan memungkin seseorang seolah berinteraksi langsung dengan berbagai hal.

Dalam lingkup aktivitas komunikasi, Augmented Reality (AR) dapat meningkatkan kualitas komunikasi, tak terkecuali dalam proses komunukasi bisnis. Pebisnis akan dapat lebih mendekatkan pelanggan dengan produk yang ditawarkan.  Pelanggan akan lebih dapat berinteraksi dengan produk yang ingin mereka lihat dan memungkinkan mereka dapat  mencoba produk  terbaru.

Alih-alih menggunakan review seperti di beberapa marketplace, realitas virtual akan memberikan pengalaman tersendiri bagi pelanggan. Keberadaan AR ini tentu dapat dapat mendorong perusahaan dalam memperoleh potensi pemasukan yang lebih besar.

  • Lifelogging

          Lifelogging pada metaverse mampu menangkap,  mengumpulkan,  menyimpan,  serta mendistribusikan  pengalaman  dan  informasi sehari-hari.  Keberadaan lifelogging memiliki peluang  memperkuat konektivitas dan kualitas komunikasi dari setiap individu secara digital.

Dalam dunia pendidikan, desain pembelajaran dengan lifelogging memiliki manfaat yang baik bagi seorang guru dalam menjalin komunikasi interpersonal secara lebih maksimal dengan peserta didik yaitu dalam meninjau dan merenungkan peristiwa sehari-hari. Dimana peserta didik dalam dalam hal ini dapat menepatkan dan mewakili umpan balik dari pembelajaran yang diterima.

  • Virtual Reality

Keberadaan VR dapat digunakan untuk mensimulasikan situasi sosial dan membantu sesorang dalam mempraktikkan atau meningkatkan kualitas dalam berbagai kegiatan komunikasi. Seperti dalam ragam aktivitas komunikasi seperti pidato dan presentasi.VR menyediakan kolaborasi antar pengguna yang membutuhkan pelatihan soft skill seperti komunikasi. Melalui VR seseorang dapat melatih keterampilan presentasi sehingga kamu dapat terbiasa berbicara di depan muka umum. Dalam hal ini seseorang akan mampu mendapatkan pengalaman nyata dalam melakukan berbagai bentu kegiatan komunikasi dan  melatih softskill berkomunikasi.

  • Mirror World

Istilah ini merujuk penggambaran dunia nyata secara realistis dalam dunia digital. Salah satu contoh mirror world yang populer adalah Google Earth. Google Earth mengumpulkan data-data yang akurat melalui satelit.  Proses komunikasi tak menutup kemungkinan akan semakin efektif dan efisien karena  ditunjang oleh keberadaan teknologi ini yang mampu memberikan representasi akan orang, tempat, dan benda di dunia nyata.

Lewat data-data tersebut, kamu bisa menggunakan Google Earth selayaknya sebuah aplikasi peta. Kamu dapat mengecek kondisi di sekitar tempat tinggal atau bahkan tempat-tempat jauh yang sulit dijangkau seperti jalanan di New York, pemandangan di sekitar Menara Eiffel, dan lain sebagainya.

Bagi mayoritas masyarakat istilah metaverse mungkin sedikit terdengar asing, tapi sebanarnya gambaran umum mengenai teknologi tersebut sudah pernah mereka melihat bahkan dilakukan oleh mayoritas masyarakat.Walaupun kemunculannya masih tergolong awal, keberadaan teknologi metaverse ini sudah benar-benar dipraktikan dalam berbagai macam aktivitas komunikasi, seperti diantaranya adalah aplikasi teknologi metaverse dalam aktivitas komunikasi politik.

Dalam dunia komunikasi politik, teknologi metaverse sudah mulai dieksplorasi oleh Joe Biden pada saat pilpres di Amerika tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19 sebagai strategi komunikasi politiknya untuk memiliki kedekatan emosional dengan pemilih usia muda dan menjadikan kampanye sebagai ajang yang menyenangkan. Dimana, Biden mengeksplorasi metaverse dengan melakukan kolaborasi bersama sebuah aplikasi game yakni Fortnite dan melahirkan peta baru khusus untuk kampanye yang diberi nama Build Back Better with Biden.

Tak hanya dalam bidang politik saja, secara umum keberadaan teknologi metaverse ini diprediksikan akan mampu memberikan banyak peluang baru bagi perkembangan aktivitas komunikasi, yakni diantaranya

  1. Platform media sosial menjadi semakin imersif sebagai media komunikasi  di era digital

Pengguna media sosial akan mampu melakukan aktivitas sosial dan merasakah kehadiran satu sama lain dalam lingkungan virtual. Dalam hal ini konten media tidak hanya berupa teks, foto, dan video, namun kehadiran seseorang seolah dapar digambarkan secara nayata seperti di dunia nyata, namun dalam bentuk avatar.

  • Aktivitas komunikasi tidak langsung akan menjadi semakin inovatif dan  

Efektif

Dalam dunia kerja atau dalam melakukan suatu pekerjaan, keberadaan metaverse dapat  menciptakan pengalaman kerja remote yang lebih nyata. Hal tersebut diantaranya dapat ditemukan melalui platform Mesh dari Microsoft atau Somnium Space.

  • Terciptanya interaksi yang lebih mendalam antara sebuah konten dengan

 targetnya audiensnya

Keberadaan metaverse membuka peluang baru yang akan memungkinkan terciptanya aktivitas komunikasi dan bentuk interaksi sosial yang lebih mendalam. Misalnya dalam ranah komunikasi bisnis dan pemasaran, media komunikasi baru yang dihadirkan oleh metaverse mampu membentuk cara baru yang lebih interaktif menyasar para target audiensnya dalam hal mempromosikan produknya, yakni sudah mulai banyak brand yang sudah mulai membeli lahan dan memasang iklan virtual di dunia metaverse.

Meskipun keberadaan teknologi metaverse akan dapat memberikan banyak peluang bagi kemajuan aktivitas komunikasi manusia, untuk dapat melahirkan teknologi metaverse yang maksimal tentunya terdapat tantangan yang masih harus dihadapi beberapa tantangan tersebut diantaranya,

1. Keterbatasan akses teknologi

Untuk dapat memanfaatkan keberadaan teknologi metaverse dengan maksimal dibutuhkan berbagai perangkat yang mendukung untuk dapat mengakses metaverse, diantaranya adalah kita membutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil dan tentunya perangkat model naru untuk dapat mengaksesnya.

2. Keamanan data dan privasi menjadi semakin rentan

Kehadiran metaverse belum benar-benar dapat dijamin   keamanannnya sebab teknologi tersebut berpotensi menimbulkan risiko sebab keberadaan teknologi  metaverse yang menggunakan fitur pelacakan mata, wajah, tangan, dan tubuh hingga  sistem elektroensefalogram (EEG) yang dapat merekam aktivitas otak sangat berpeluang menimbulkan kasus penyalahgunaan data pribadi.

3. Kemungkinan terjadinya perubahan sosial dan budaya yang membuat orang malas berkomunikasi secara fisik

Perubahan sosial dan budaya di era metaverse diprediksi oleh Ilmuan dan penemu teknologi Augmented Reality (AR), Louis Rosenberg akan lebih berbahaya dibanding media sosial. Dimana keberedaan teknologi metaverse mampu memperprah bentuk masalah sosial di tengah masyarakat

Hal itu dikarenakan keberadaan konsep virtual pada teknologi metaverse tidak menutup kemungkinan akan dapat menimbulkan potensi mengubah kondisi sosial dan budaya masyarakat yang terbiasa melakukan aktivitas sosialisasi dan komunikasi secara langsung menjadi seolah akan didonimasi oleh aktivitas di dunia virtual.

Dari berbagai penjelasan di atas dapat disumpulkan bahwa keberadaan treknologi metaverse memang mampu membuka peluang bagi kemanjuan komunikasi manusia namun tentunya terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk dapat beradaptasi dan menggali peluang dari kehadiran teknologi metaverse dengan maksimal. Untuk itu hal paling mendasar yang bisa kita lakukan saat untuk menyambut dan mempersiapkan kehadiran teknologi atauu memasuki era metaverse tersebut adalah dengan mempersiapkan diri untuk bijak berkomunikasi.

Daftar Pustaka

Barlian, Ujang Cepi, dkk. (2022). Metaverse Sebagai Upaya Menghadapi Tnatangan Pendidikan di Masa Depan. Journal of Education and Language Research, 1(12)2133-2140)

Iswanto, dkk. (2022). Pemanfaatan Metaverse di Bidang Pendidikan Ultilization of Metaverse In Education. Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi, 9(1), 44-52

Mulati, Yeni. (2022). Analisis Penggunaan Teknologi Metaverse terhadap Pembentukan Memori Pada Proses Belajar, 8(2),120-128

Mustaqim, Ilmawan. (2016). Pemanfaatan Augmented Reality Sebagau Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 13(2), 174-183

Lee, J. Y. (2021). A Study on Metaverse Hype for Sustainable Growth. International Journal of Advanced Smart Convergence Vol.10 No.3 72-80

Lee, L. et al (2021). All One Needs to Know about Metaverse: A Complete Survey on Technological Singularity, Virtual Ecosystem, and Research Agenda. JOURNAL OF LATEX CLASS FILES, VOL. 14, NO. 8, SEPTEMBER

Ramadhan, E. S. (2021). Mengenal Lebih Dekat Mengenai Metaverse.  Diambil dari https://www.tagar.id/mengenal-lebih-dekat-mengenai-metaverse


Penulis: Carissa Adella Putri

Editor: Odilia Diana Dyah Ayu Pitaloka

Categories: Uncategorized